Berdasarkan penelusuran Media online Ilampung.com, sejumlah program tidak jelas pelaksanaannya dan dugaan fiktif serta Mark-up yang dilakukan oleh Kepalo Tiyuh Tirta Kencana Amrin Widayat. Kamis, (5/2/2026).
Dari hasil laporan Tiyuh Tirta Kencana dana desa tahun 2025 ada Pembangunan Tiyang Lampu Jalan 250 titik, total anggaran Rp. 126. 470. 000, Rehab gedung TK Tunas Bangsa 3 dengan ukuran 6x17 meter dengan pagu anggaran Rp. 73. 659. 000. Diduga jadi ajang Mark-up.
Kemudian, dugaan fiktif pun mencuat dengan adanya pengadaan belanja modal peralatan elektronik dan alat studio sebesar Rp. 37. 000. 000, serta SILPA tahun berjalan sebesar 115 juta yang sudah kosong di rekening koran desa, namun tidak tau diperuntukkan untuk apa oleh Kepalo Tiyuh Tirta Kencana.
Dari data yang di himpun oleh media ini, beberapa narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Tiyuh Tirta Kencana banyak kejanggalan dan kurangnya transparansi kepada masyarakat.
"Kurang transparan dalam mengelola dana desa mas, banyak dugaan yang Mark-up dan Fiktif baik pengerjaan fisik maupun pengadaan", cetusnya.
Lanjutnya, alat studio berupa sound sistem adalah pengadaan barang di zaman Kepalo Tiyuh lama bukan sekarang.
"Setahu saya mas, itu pengadaan sound sistem di zaman kami dulu, masih pak Samidi Kepalo nya jadi kalo memang ada pengadaan lagi di tahun 2025 bertambah menjadi 2 unit, namun hanya 1 unit, coba mas nya cek langsung ke pak Kepalo yang sekarang", tegas nya.
Kaur Perencanaan Tiyuh Tirta Kencana Budi Sukisno menyampaikan, untuk pengadaan sound sistem itu tidak ada di tahun 2025.
" Sepertinya tidak ada mas, karena bukan saya yang jadi TPK nya", katanya.
Disisi lain Kepalo Tiyuh Amrin Widayat berdalih atas keterangan yang diberikan oleh Kaur Perencanaan nya. Ia menyampaikan bahwa pengadaan sound sistem itu ada, namun sedang di perbaiki di Mulya Asri.
" Pengadaan itu ada, tapi sound sistem itu kita rakit dan sedang di perbaiki karena konslet", dalihnya Kepalo Tiyuh Amrin Widayat.
Saat dipertanyakan terkait dugaan Mark-up pembangunan lampu jalan, dirinya tidak menjelaskan rincian anggaran satuannya.
" Lampu jalan pertiang 260 ribu, selebihnya kalian hitung saja", ujarnya.
Ditempat terpisah Carik Anggraini saat dimintai keterangan adanya SILPA dan pengadaan Sound Sistem, ia enggan memberikan komentar " Takut salah ngomong".
Dari beberapa keterangan aparatur Carik, Kaur Perencanaan sangat berbeda dengan Kepalo Tiyuh. Ada apa dengan pengadaan serta pembangunan di Tiyuh Tirta Kencana? Dugaan Fiktif dan Mark-up mulai terbuka, dari stetmen yang saling menutupi dan tidak tahu-menahu, bahkan lupa. Sedangkan informasi sesuai data yang didapatkan wartawan, lampu jalan pertiang yakni 360 ribu x 250 titik total 90 juta.
Dengan adanya pemberitaan ini, awak media online berharap Inspektorat, Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kejaksaan dan Polres Tubaba segera menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tiyuh Tirta Kencana. (Dwi.p)
0 Komentar