Dalam kesempatan itu, Putra Jaya Umar menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda. Ia menilai, saat ini terjadi penurunan pemahaman dan pengamalan Pancasila, terutama akibat belum optimalnya penerapan dalam sistem pendidikan.
“Akhlak anak-anak kita mulai bergeser karena tidak lagi berpedoman kuat pada Pancasila. Salah satu penyebabnya adalah tidak dimasukkannya secara maksimal dalam kurikulum pendidikan. Ke depan, ini akan kita perjuangkan agar Pancasila kembali menjadi bagian penting dalam pendidikan,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan materi, tim pendamping turut mengingatkan peserta mengenai pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan bangsa, termasuk peran Sukarno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. Peserta diajak memahami sejarah perjuangan bangsa sebagai landasan memperkuat karakter kebangsaan.
Selain itu, disampaikan pula berbagai fenomena sosial yang menjadi perhatian, seperti menurunnya sikap hormat siswa terhadap guru hingga munculnya paham yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ketuhanan dalam Pancasila. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya orang tua, diimbau untuk terus memberikan penguatan nilai moral dan keagamaan di lingkungan keluarga.
Dalam konteks kebangsaan, narasumber juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak kepada rakyat, salah satunya melalui upaya penguatan ketahanan pangan nasional dan perlindungan terhadap petani lokal.
Kegiatan ini juga membahas wawasan geopolitik serta makna ideologi Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(Anton/dwi.p)
0 Komentar