Breaking News

Diduga Truk Muatan Singkong Milik Anggota DPRD Tubaba Over Kapasitas, Jalan Tiyuh Tirta kencana Rusak Parah

Tulang Bawang Barat ilampung.com – Kerusakan jalan di Tiyuh Tirta kencana Kabupaten Tulang Bawang Barat, semakin dikeluhkan warga. Jalan yang sebelumnya mulus kini dipenuhi lubang dan genangan air, terutama saat musim hujan. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh tingginya intensitas kendaraan pengangkut singkong dengan muatan berat yang melintas di jalur tersebut.

Pantauan awak media pada Senin, 9 Maret 2026, menunjukkan sejumlah titik jalan di Tiyuh Tirta kencana mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang besar yang dipenuhi air terlihat di sepanjang ruas jalan, bahkan ketika kendaraan melintas, air bercampur lumpur kerap memercik hingga ke halaman rumah warga.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun kondisinya semakin parah sejak banyak kendaraan pengangkut singkong melintas.
“Jalan ini sudah lama rusak. Apalagi sejak banyak mobil muatan singkong lewat sini. Dulu jalan halus, sekarang berlubang. Kalau hujan, air dari lubang jalan sampai men yiprat ke halaman rumah warga,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan bagi pengendara yang melintas. Selain itu, saat musim kemarau tiba, debu dari jalan rusak juga kerap mengganggu aktivitas warga.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, awak media mendatangi salah satu lapak singkong di Tiyuh Tirta kencana. Saat berada di lokasi, terlihat beberapa kendaraan truk yang telah bermuatan singkong dan siap diangkut.
Ketika ditanya mengenai kapasitas muatan, salah seorang sopir menyebutkan bahwa muatan kendaraan bervariasi.

“Ada yang muat 11 ton, ada juga yang 9 ton,” ujarnya.
Sementara itu, seorang petugas timbangan yang berada di lokasi, Ajeng, menjelaskan bahwa sebelumnya kendaraan tersebut biasa memuat hingga sekitar 14 ton. Namun saat ini, menurutnya, pihak perusahaan singkong membatasi muatan.
“Sekarang biasanya 11 ton saja. Dulu bisa sampai 14 ton, tapi sekarang tidak boleh lagi sama perusahaan,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kepemilikan lapak singkong tersebut, Ajeng menyebutkan bahwa lapak itu diduga milik Busroni, yang disebut sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat.
“Kalau pemilik lapak ini milik Pak Busroni, anggota DPRD Tubaba,” katanya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut sebagai pemilik lapak singkong tersebut belum dapat ditemui untuk dimintai klarifikasi. Awak media masih berupaya menghubungi yang bersangkutan guna memperoleh keterangan dan hak jawab sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan.

Warga berharap pemerintah daerah serta instansi terkait dapat segera turun tangan untuk menindaklanjuti kerusakan jalan yang diduga disebabkan oleh kendaraan bermuatan berat tersebut, sebelum kerusakan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan Red ( Anton /tim)

0 Komentar

© Copyright 2022 - ILampung.com