Tulang Bawang Barat — Kegiatan reses masa sidang Tahun Anggaran 2026 yang dilakukan oleh Intan Rehana, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan VI (Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Mesuji), menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Tiyuh Bujung Sari Marga, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).
Reses ini disambut oleh aparatur tiyuh dan masyarakat setempat. Sambutan selamat datang disampaikan oleh Kepalo Tiyuh Bujung Sari Marga, Gunawan, yang dalam kesempatan itu diwakilkan oleh Saifudin.
Dalam sambutannya, Saifudin menyampaikan harapan besar masyarakat agar program pembangunan dari Pemerintah Provinsi Lampung dapat dirasakan langsung oleh warga di tiyuh tersebut.
“Saya mewakili Kepalo Tiyuh mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Intan Rehana beserta rombongan di Tiyuh Bujung Sari Marga. Kami sangat berharap program-program dari Pemerintah Provinsi Lampung dapat terealisasi di tiyuh kami demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Saifudin.
Pada kesempatan itu, Intan Rehana juga memperkenalkan dirinya kepada masyarakat. Ia menyampaikan bahwa dirinya berlatar belakang pendidikan kedokteran dan pernah menjalani masa koas di Rumah Sakit Abdul Moeloek dan Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani Metro.
Menurutnya, kegiatan reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Kehadiran kami di sini adalah untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan warga akan kami catat dan kami perjuangkan sesuai dengan kewenangan di tingkat provinsi,” ujar Intan Rehana.
Kegiatan dialog dipandu oleh moderator Ali Sofian, SH., MH., yang juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa Intan Rehana merupakan putri dari Bachtiar Basri, mantan Wakil Gubernur Lampung.
Ali Sofian menjelaskan bahwa dalam komisinya, Intan Rehana membidangi sektor kesejahteraan rakyat (Kesra), yang mencakup program pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah, bantuan sumur bor, fasilitas pendidikan, hingga program kesehatan melalui BPJS.
“Ibu Intan membidangi Kesra, termasuk program rehab masjid, pembangunan masjid, sumur bor, serta fasilitas pendidikan seperti WC dan sumber air di sekolah. Terkait BPJS, masyarakat juga bisa mengusulkan agar mendapat bantuan iuran yang dibayarkan pemerintah,” jelas Ali Sofian.
Dalam sesi tanya jawab, masyarakat menyampaikan berbagai keluhan dan usulan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah persoalan BPJS bagi aparatur tiyuh yang tidak aktif meskipun sebelumnya dibayarkan oleh pemerintah.
Seorang aparatur tiyuh menyampaikan bahwa BPJS miliknya tidak bisa digunakan karena statusnya tidak aktif sehingga saat ini harus menggunakan BPJS mandiri.
Selain itu, ada juga warga yang menanyakan kemungkinan memindahkan kepesertaan BPJS dari Kabupaten Mesuji ke Tulang Bawang Barat setelah pindah domisili.
Tak hanya masalah kesehatan, masyarakat juga mengusulkan pembangunan dan rehabilitasi masjid, termasuk perbaikan atap dan pembangunan fasilitas WC. Warga juga meminta perbaikan jalan lingkungan yang saat ini rusak parah agar dapat dibangun menggunakan konstruksi beton.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Intan Rehana menyarankan agar masyarakat segera menyusun proposal lengkap agar usulan dapat diproses lebih lanjut.
“Untuk BPJS yang tidak aktif, silakan koordinasi dengan Dinas Sosial agar bisa diaktifkan kembali. Jika ada kendala, hubungi saya dan akan saya bantu komunikasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi dalam setiap pengajuan bantuan.
“Semua usulan sebaiknya dibuatkan proposal resmi. Sertakan foto kondisi yang sebenarnya, seperti kondisi masjid atau jalan, kemudian cantumkan juga nomor rekening dan kontak penanggung jawab agar prosesnya lebih mudah ditindaklanjuti,” tambahnya.
Sementara itu, Kepalo Tiyuh Bujung Sari Marga, berharap aspirasi masyarakat yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi.
“Kami berharap aspirasi masyarakat yang telah disampaikan dalam kegiatan reses ini dapat diperjuangkan sehingga pembangunan di Tiyuh Bujung Sari Marga bisa semakin maju dan kebutuhan warga dapat terpenuhi,” ujarnya.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan dialog terbuka antara masyarakat dan anggota DPRD, yang diharapkan mampu menjembatani kebutuhan warga dengan program pembangunan pemerintah.(Anton)
0 Komentar